Memerhatikan Pola Asupan Untuk Ibu Menyusui

Segudang Larangan Ibu Menyusui, Mitos atau Fakta? - kumparan.com

Menyusui merupakan momen terindah yang mampu dirasakan oleh seluruh ibu. Hal ini dikarenakan melalui menyusui, hubungan antara ibu dan anak yang tercipta sangat erat dan baik bagi ibu dan banyinya. Pada periode waktu awal ketika lahir, bayi dianjurkan untuk dapat menyusu kepada ibunya. Masa ini merupakan masa krusial bagi ibu dan bayi untuk kelanjutan menyusu ibu dan bayi selama 6 bulan bahkan lebih kedepannya. Hal ini dikarenakan hormon okitoksin yang merupakan salah satu hormon yang bertugas dalam keluarnya ASI sehingga ketika melahirkan, diaanjurkan bayi untuk menyusu kepada ibunya. Baik melahirkan secara normal maupun secara operasi, ibu dan anak tetap dianjurkan untuk melakukan proses menyusu. Bayi yang baru lahir akan didekatkan kepada payudara sang ibu untuk dapat menstimulasi keluarnya ASI pada sang ibu. Oleh karena itu, setelah proses melahirkan, dianjurkan seorang ibu untuk makanan penambah ASI agar ASI yang dihasilkan melimpash sehingga bayi tidak kekurangan nutrisi dalam tumbuh. Makanan penambah ASI dapat berupa makanan yang disangkan dengan makanan pokok maupun makanan pendamping seperti dessert maupun cemilan.

Kolostrum merupakan suatu zat nutrisi dalam ASI ketika ASI pertama kali keluar. Zat ini merupakan zat yang sangat bergizi bagi tubuh bayi karena mengandung slg A atau sekretori immunoglobulin yang mampu memrikan proteksi terhadap saluran cerna bayi sehingga sang bayi tidak mudah terserang kuman. Cairan ini juga berfungsi dalam terbentuknya sistem kekebalan pada bayi. Sehingga proses menyusui merupakan hal terpenting dalam kelangsungan tumbuh bayi. Terkadang, cairan kolostrum dilihat sebagai sesuatu yang tidak dapat dikonsumsi oleh bayi karena warnanya yang kekuningan. Namun, cairan kolostrum ini kaya akan manfaat bagi bayi sehingga janga untuk dilewatkan. Bayi yang kurang medapatkan asupan ASI akan lebih mudah sakit daripada bayi yang mendapatkan ASI yang cukup. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan bayi belum terbentuk sempurna, sistem kekebalan yang didapatkan bayi merupakan hasil dari mendapatkan nutrisi ASI. Maka dari itu, bayi sebisa mungkin mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Sang ibu juga dianjurkan untuk konsumsi makanan penambah ASI seperti susu almond, daun katuk, bayam merah dan kacang almond. Minum air putih dengan cukup juga penting bagi ibu menyusui. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui penting dan harus diperhatikan mengingat makanan sang ibu akan menjadi nutrisi untuk bayi. OLeh karena itu makanan penambah ASI yang cukup, dibutuhkan oleh seorang ibu. Makanan penambah ASI juga dapat mendukung keluarnya ASI sehingga bayi akan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk berkembang. Kesehatan bayi dan ibu juga akan tetap terjaga dengan asupan yang bergizi tersebut selama proses menyusui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *